Judul : Fangirl
Pengarang : Rainbow Rowell
Halaman : 445
Tahun terbit : 10 September 2013
Penerbit : St. Martin's Press
" Cath is a Simon Snow fan.
But for Cath, being a fan is her life—and she’s really good at it. She and her twin sister, Wren, ensconced themselves in the Simon Snow series when they were just kids; it’s what got them through their mother leaving. Now that they’re going to college, Wren has told Cath she doesn’t want to be roommates. Cath is on her own, completely outside of her comfort zone. She’s got a surly roommate with a charming, always-around boyfriend, a fiction-writing professor who thinks fan fiction is the end of the civilized world, a handsome classmate who only wants to talk about words... And she can’t stop worrying about her dad, who’s loving and fragile and has never really been alone. "
Pada awalnya, saya tertarik untuk membaca Fangirl ini dari novel Rainbow Rowell yang lainnya, yaitu Eleanor and Park. Eleanor and park merupakan novel yang fenomenal dan sangat menarik untuk dibaca. Review dari beberapa pembaca di Goodreads juga sangat bagus. Jadi, novel ini menceritakan mengenai Cath yang sangat mengaggumi Simon Snow, ia bahkan menulis sebuah fanfiction disebuah web yang sangat populer. Ia dan kembarannya yaitu Wren sangat menyukai Simon Snow sejak kecil. Namun saat memasuki dunia kuliah, Wren sangat berubah baik dari penampilan, sikap dan bahkan ia tidak mau sekamar dengan Cath lagi. Hal ini membuat Cath sedih dan kesal. Akhirnya ia sekamar dengan seorang perempuan yang selalu ditemani dengan pacarnya. Ditambah kekhawatirannya dengan Ayahnya yang tinggal sendirian di rumah.
Kecintaannya kepada fanfiction tidak berubah. Alur ceritanya diwarnai dengan konflik persahabatan dan percintaan. Ia adalah salah satu murid yang berbakat di jurusannya, namun ia dimanfaatkan oleh temannya Nick. Konflik pun terjadi antara tokoh-tokoh yang terlibah didalamnya. Unsur percintaan didalamnya pun sangat menarik. Levi, yang pada mulanya adalah pacar dari teman sekamarnya pada akhirnya mulai dekat dengannya meskipun sifat Cath yang sangat introvert. Bermula dari Levi yang penasaran mengenai fanfiction yang dibuat Cath, hingga akhirnya Cath sering menceritakan ceritanya tersebut. Levi selalu menjaga dan ada disisi Cath.
Cerita yang terjadi mungkin sangat mudah ditebak oleh pembacanya membuat ceritanya sedikit membosankan. Namun, novel ini membahas hal-hal kecil yang terjadi disekitar kita namun jarang sekali kita bahas. Bahasa yang digunakan dalam novel ini pun sangat santai dan mudah dimengerti. Cerita yang diulas dengan menarik dan membahas mengenai kejadian yang banyak terjadi dikehidupan sehari-hari. Novel yang bagus untuk dijadikan bahan bacaan diakhir pekan. 4/5
